
Project Portofolio 2020 - 2025
5 TAHUN PERJALANAN & DAMPAK TGGI (2020–2025)
Selama periode 2020 hingga 2025, Teens Go Green Indonesia (TGGI) telah bertransformasi dari komunitas berbasis kesukarelawanan menjadi organisasi kepemudaan strategis yang memimpin aksi iklim dan lingkungan di Indonesia. Melalui 30 inisiatif program utama, TGGI konsisten menjembatani kesenjangan antara pengetahuan, aksi nyata, dan kebijakan, dengan pendekatan yang adaptif, kolaboratif, dan inklusif.
"Dari Edukasi Akar Rumput Menuju Advokasi Kebijakan Iklim yang Inklusif"
Portofolio Project Tahun 2020 - 2021
Kelas Belajar Lingkungan (KBL)
Berangkat dari keresahan akan kesenjangan pengetahuan dasar mengenai isu keberlanjutan di kalangan relawan baru, TGGI menginisiasi Kelas Belajar Lingkungan (KBL). Program ini dirancang sebagai “kawah candradimuka” untuk memperdalam wawasan kognitif dan keterampilan teknis terkait lingkungan, kepemudaan, dan kerelawanan. Dengan pendekatan edukasi komprehensif, KBL menghadirkan narasumber lintas sektor dari praktisi NGO, sektor privat, hingga pemerintahguna memastikan relawan memiliki fondasi yang kokoh sebelum terjun ke lapangan.
Mitra & Kolaborasi: Berbagai praktisi NGO, Sektor Privat, dan Pemerintah.
Dampak & Jangkauan:
– Output: Terlaksana 9 seri kelas intensif (2020–Awal 2021).
– Penerima Manfaat: Memfasilitasi lebih dari 500 peserta kaum muda untuk mendapatkan pendidikan lingkungan tingkat dasar hingga lanjut.
Rabu Bersama TGGI (RBT)
Di tengah keterbatasan interaksi fisik akibat pandemi, TGGI melihat urgensi untuk tetap menjaga nyala literasi lingkungan di ruang digital. Rabu Bersama TGGI (RBT) hadir sebagai seri diskusi daring yang dikemas ringan namun berbobot. Program ini menjadi jembatan informasi yang mempertemukan audiens umum dengan pakar komunitas, NGO, hingga sosok inspiratif muda, membahas isu-isu terkini mulai dari gaya hidup minim sampah hingga kebijakan iklim.
Media Pelaksanaan: Instagram Live.
Dampak & Jangkauan:
Konsistensi: Berhasil dilaksanakan sebanyak 50 sesi setiap pekan (2020–2021).
Jangkauan Digital: Menjangkau lebih dari 20.000 audiens di media sosial, membangun komunitas daring yang sadar lingkungan.
Youth for The Future (YFTF) 2021
Merespons tantangan transisi energi dan kebutuhan akan tenaga kerja hijau di masa depan, proyek ini dijalankan sebagai bagian dari Online Hub Coaction. YFTF bertujuan mengarusutamakan isu Green Jobs dan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang seringkali masih asing bagi generasi muda. Melalui pendekatan yang interaktif, program ini mengajak kaum muda memahami bahwa masa depan karier dan keberlanjutan bumi adalah dua hal yang saling terkait.
Mitra Strategis: Coaction Indonesia (Bagian dari Online Hub).
Dampak & Jangkauan:
– Aktivitas: Rangkaian challenge, webinar, dan IG Live.
– Partisipasi: Menjangkau lebih dari 300 kaum muda dalam puncak acara webinar selama 2 hari.
7 Days Zero Plastic Campaign (2021)
Mengubah perilaku tidak bisa dilakukan dalam semalam. TGGI berkolaborasi dengan Campaign.com meluncurkan tantangan “7 Days Zero Plastic” untuk menumbuhkan habit baru gaya hidup minim plastik sekali pakai. Menggunakan pendekatan gamifikasi sosial, kaum muda ditantang untuk berkomitmen selama tujuh hari penuh, menjadikan aksi pengurangan plastik sebagai sebuah gaya hidup yang menyenangkan dan terukur.
Mitra & Dukungan: Campaign.com, Yayasan Dunia Lebih Baik.
Dampak & Jangkauan:
Perubahan Perilaku: Diikuti oleh lebih dari 500 kaum muda yang berkomitmen mengurangi plastik.
Amplifikasi: IG Live penunjang menjangkau 150 peserta aktif saat tantangan berlangsung.
Remain Pollution (2021)
Reducing Plastic on the River, Marine, and Coastal Pollution (Remain Pollution) adalah inisiatif hulu-hilir untuk mengatasi pencemaran plastik yang bermuara ke lautan. Berangkat dari fakta bahwa sebagian besar sampah laut berasal dari darat dan sungai, proyek ini mengombinasikan penyadartahuan digital dengan aksi lapangan susur sungai. Program ini menanamkan pemahaman krusial kepada kaum muda bahwa menjaga laut harus dimulai dari menjaga daerah aliran sungai.
Mitra & Dukungan: PT Henkel, Junior Golfers (Donasi), Komunitas Ciliwung Kedung Sahong, Ecoton.
Dampak & Jangkauan:
Partisipasi: Melibatkan lebih dari 150 kaum muda dalam rangkaian edukasi dan aksi.
Aksi Nyata: Pembersihan dan edukasi melalui susur Sungai Ciliwung.
YFTF: Climate Youth for The Future (2021)
Sebagai respons terhadap ancaman krisis iklim dan kebencanaan, TGGI menginisiasi program peningkatan kapasitas nasional ini. Melalui pendekatan holistik, program ini membekali kaum muda dengan pengetahuan tentang iklim, keanekaragaman hayati, dan advokasi. Hasil pemikiran kritis peserta selama program didokumentasikan menjadi sebuah buku antologi, menjadi bukti intelektual perlawanan kaum muda terhadap krisis iklim.
Mitra & Dukungan: Plan Indonesia (Project Urban Nexus 1), ANCP DFAT, Plan Australia.
Dampak & Jangkauan:
Partisipasi: Diikuti hampir 500 peserta (kompetisi esai & desain).
Edukasi Publik: 12 Sesi IG Live & Webinar menjangkau lebih dari 1.000 kaum muda.
Produk Pengetahuan: Penerbitan buku “Suara Kaum Muda Melawan Krisis Iklim”.
Youth Climate Action Camp (YCAC) 1 – 2021
YCAC 1 dirancang sebagai wadah inkubasi aksi iklim berbasis lokasi (site-specific) di Kepulauan Seribu. Mengusung tema ekosistem pesisir, program ini memberikan pengalaman langsung kepada kaum muda untuk melihat dampak krisis iklim di lapangan. Meski dilaksanakan di tengah restriksi pandemi, kegiatan ini berhasil menciptakan ruang belajar aman di mana peserta mendalami peran vital mangrove, lamun, dan terumbu karang sebagai penyangga kehidupan pesisir.
Mitra & Dukungan: UMIF Fund, Social Change Nest UK, Taman Nasional Kepulauan Seribu.
Dampak & Jangkauan:
Durasi: Intensif selama 3 Hari 2 Malam di Pulau Pramuka.
Aksi Konservasi: Penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, dan beach clean-up.
Output: Mencetak kader muda pelestari ekosistem pesisir.
Kongres KATA (2021)
Kongres ini menjadi momen bersejarah konsolidasi gerakan lingkungan kaum muda di Indonesia. Dilaksanakan secara hibrida, TGGI bersama 19 organisasi sipil lainnya memfasilitasi ribuan suara anak muda untuk merumuskan sikap politik mereka terhadap isu lingkungan. Hasilnya adalah sebuah deklarasi yang menjadi landasan advokasi kaum muda kepada para pemangku kebijakan.
Mitra & Dukungan: WWF Indonesia (Host Pusat), 19 Organisasi CSO/Kepemudaan.
Dampak & Jangkauan:
Skala: Dilaksanakan di 6 titik (1 pusat, 5 local host).
Partisipasi: Melibatkan lebih dari 800 peserta aktif.
Output: Lahirnya Deklarasi Kaum Muda Tanah Air.
Pemimpin Muda untuk Iklim (PM) Batch 1 (2021)
Program ini merupakan wadah kaderisasi kepemimpinan iklim tingkat tapak. TGGI memfasilitasi puluhan pemimpin muda dari berbagai organisasi komunitas untuk mendapatkan pelatihan intensif (termasuk isu gender dan perlindungan anak) serta mendanai aksi mereka. Program ini mengubah semangat relawan menjadi aksi proyek yang terstruktur dan berdampak langsung pada komunitas mereka masing-masing.
Mitra & Dukungan: Plan Indonesia (Urban Nexus 1).
Dampak & Jangkauan:
Beneficiaries Inti: 48 pemimpin muda difasilitasi dan dilatih.
Dukungan Pendanaan: Seed grant Rp 1,5 Juta per kelompok.
Jangkauan Masif: Menjangkau 5.000 peserta langsung dan 20.000 tidak langsung.
Kampanye Digital: 100 konten edukasi dengan 100.000+ jangkauan media sosial.
Menyebarkan Virus Cinta Lingkungan (Sejak 2020)
Ini adalah program signature yang menjadi nafas pergerakan TGGI. Berupa rangkaian roadshow edukasi tanpa henti ke sekolah, kampus, dan komunitas masyarakat. Tujuannya sederhana namun fundamental: menanamkan benih kepedulian terhadap isu iklim, sampah, dan gaya hidup hijau kepada audiens yang seluas-luasnya.
Dampak & Jangkauan:
Total Reach: Berhasil mengedukasi lebih dari 10.000 peserta secara kumulatif sejak tahun 2020.
Cakupan: Lintas jenjang pendidikan dan lapisan masyarakat.
Portofolio Project Tahun 2022 - 2024
Amazing Earth Race: School Edition (2022)
Mengadaptasi kesuksesan konsep Amazing Earth Race untuk segmen pelajar SMP. TGGI memfasilitasi siswa sekolah untuk belajar di luar ruang kelas, berinteraksi langsung dengan alam di kawasan Ancol. Metode pembelajaran kontekstual ini membuat isu sampah dan lingkungan menjadi materi yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh remaja awal.
Mitra Strategis: SMP Cikal, SMP Labschool, Ancol.
Dampak & Jangkauan:
Penerima Manfaat: Mengedukasi lebih dari 200 siswa SMP.
Aktivitas: Kampanye lingkungan, pembuatan prakarya, dan eksplorasi alam.
Keren Tanpa Plastik (2023)
Bekerja sama dengan kawasan wisata terbesar di Jakarta, TGGI menginisiasi gerakan untuk mewujudkan pariwisata bebas plastik sekali pakai. Program ini tidak hanya sebatas kampanye, tetapi juga riset persepsi pengunjung yang hasilnya digunakan sebagai landasan akademis bagi manajemen Ancol untuk menerbitkan kebijakan (SK Direksi) mengenai pengurangan plastik.
Mitra Strategis: Taman Impian Jaya Ancol.
Dampak & Jangkauan:
Edukasi Langsung: Menjangkau 1.000+ pengunjung Ancol.
Advokasi Kebijakan: Hasil survei mendorong penguatan regulasi kawasan bebas plastik (melengkapi SK bebas styrofoam 2009).
Green Jobs Program (2023–2024)
Sebagai mitra utama dalam pengarusutamaan Green Jobs, TGGI terlibat dalam rangkaian panjang pembangunan ekosistem karier hijau. Mulai dari edukasi dasar (Academy), kampanye publik, hingga puncaknya pada Green Jobs Fest di Bandung. Program ini menjembatani ketertarikan kaum muda terhadap lingkungan dengan peluang karier profesional yang nyata.
Mitra Strategis: Koaksi Indonesia, BEM UNPAD (untuk Fest).
Dampak & Jangkauan:
Rangkaian: Academy, Campaign, Workshop (2023), Green Jobs Fest (2024).
Green Jobs Fest: Menjangkau 200+ peserta di Bandung Raya (Pameran, Diskusi, Kompetisi).
YCAC Biodiversity (Mei 2024)
Mengambil momentum Hari Keanekaragaman Hayati, TGGI kembali menggelar YCAC dengan fokus spesifik pada biodiversitas. Berkolaborasi dengan jaringan konservasi ASEAN, program ini mengajak kaum muda melakukan aksi pemulihan ekosistem di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Selain aksi konservasi, peserta juga diterjunkan untuk mengajar ke sekolah-sekolah, memastikan pesan pelestarian alam tersampaikan ke generasi yang lebih muda.
Mitra & Dukungan: GYBN SEA (ASEAN Youth Conservation Action Fund), ASEAN Center for Biodiversity, TNGGP.
Dampak & Jangkauan:
Aksi Konservasi: Penanaman pohon di zona hutan & live-in di Sarongge.
Edukasi Sekolah: Mengajar lebih dari 400 siswa di Jakarta, Depok, Cianjur, dan Bandung.
Pre-Girls Summit 2024
Dalam rangkaian menuju Girls Summit, TGGI memimpin diskusi terfokus (FGD) mengenai aksi iklim. Kegiatan ini mengundang perwakilan pentahelix kaum muda untuk duduk bersama merumuskan visi jangka panjang dunia pasca-2030. Diskusi ini menekankan pentingnya perspektif gender dalam setiap perencanaan masa depan planet bumi.
Mitra & Dukungan: Plan Indonesia.
Dampak & Jangkauan:
Partisipasi: 50 kaum muda lintas sektor (Pentahelix).
Fokus: Perumusan visi iklim dan gender hingga tahun 2100.
ASIA Regional Youth Meeting (2024)
Sebagai tuan rumah (co-host) melalui koalisi KATA, TGGI memfasilitasi pertemuan strategis pemuda tingkat Asia. Forum di Bogor ini menjadi ajang pertukaran strategi antar-negara dalam memperjuangkan hak atas tanah dan keadilan iklim. Kehadiran delegasi internasional memperkuat posisi tawar pemuda Asia di kancah global.
Mitra & Dukungan: KATA Indonesia, RRI (Rights and Resources Initiative).
Dampak & Jangkauan:
Delegasi: Hampir 40 peserta internasional (India, Nepal, Filipina, Thailand, Vietnam, Indonesia).
Output: Perencanaan strategis koalisi kaum muda Asia.
Youth Movement in WASH WRM (2024)
Mengangkat isu yang sering luput dari perhatian, TGGI berkolaborasi untuk mengarusutamakan isu air minum dan sanitasi aman (WASH) di kalangan kaum muda. Peserta diajak belajar langsung ke infrastruktur pengelolaan air (PDAM & IPAL), membuka mata mereka tentang kompleksitas penyediaan air bersih. Pengetahuan ini kemudian diubah menjadi konten kampanye kreatif untuk meningkatkan kesadaran publik.
Mitra & Dukungan: USAID IUWASH Tangguh, Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie.
Dampak & Jangkauan:
Partisipasi: Memfasilitasi 20+ kaum muda belajar langsung di lapangan (PDAM Tirta Kahuripan & IPAL Cibinong).
Kampanye Digital: Menjangkau lebih dari 10.000 akun di media sosial.
G2C2: Global Girls Creating Change (2024)
TGGI memperkuat perspektif gender dalam aksi iklim melalui kemitraan global G2C2. Program ini secara khusus memberdayakan remaja perempuan di 5 kota besar Indonesia untuk menjadi pemimpin aksi iklim. Meskipun menghadapi tantangan eksternal (terminasi dini akibat situasi politik donor), TGGI berhasil meletakkan dasar kapasitas yang kuat bagi ratusan perempuan muda untuk memimpin advokasi iklim di daerahnya.
Mitra & Dukungan: Humanis, Ecoxyztem, US Government (Gender & Women Issues).
Dampak & Jangkauan:
Cakupan Wilayah: Jabodetabek, Medan, Pontianak, Makassar, Mataram.
Penerima Manfaat: Melatih 200 remaja perempuan & memfasilitasi 5 peneliti muda perempuan.
Konsultasi KATA: Region Kalimantan (2024)
TGGI memfasilitasi forum aspirasi bagi kaum muda di region Kalimantan, daerah yang krusial bagi paru-paru dunia sekaligus rentan eksploitasi. Kegiatan ini mempertemukan berbagai elemen pemuda (adat, aktivis kota, mahasiswa) untuk memetakan masalah lingkungan spesifik di wilayah mereka dan merumuskan solusi lokal yang relevan.
Mitra & Dukungan: Konsorsium KATA (RMI, HuMa, EH), Mitra Lokal (PLHL, EcoBhineka, BPAN, dll).
Dampak & Jangkauan:
Lokasi: Tanjung Selor (Kalimantan Utara) dan Hybrid (Pontianak, Kayong Utara, Kalteng, Kaltim, Kalsel).
Output: Konsolidasi suara dan rencana aksi kaum muda se-Kalimantan.
Portofolio Project Tahun 2025
7 Days Zero Waste Challenge (2025)
Bekerja sama dengan kawasan wisata terbesar di Jakarta, TGGI menginisiasi gerakan untuk mewujudkan pariwisata bebas plastik sekali pakai. Program ini tidak hanya sebatas kampanye, tetapi juga riset persepsi pengunjung yang hasilnya digunakan sebagai landasan akademis bagi manajemen Ancol untuk menerbitkan kebijakan (SK Direksi) mengenai pengurangan plastik.
Mitra Strategis: Taman Impian Jaya Ancol.
Dampak & Jangkauan:
Edukasi Langsung: Menjangkau 1.000+ pengunjung Ancol.
Advokasi Kebijakan: Hasil survei mendorong penguatan regulasi kawasan bebas plastik (melengkapi SK bebas styrofoam 2009).
Peer Educator On Climate Change Adaptation (2025)
Mengambil momentum Hari Keanekaragaman Hayati, TGGI kembali menggelar YCAC dengan fokus spesifik pada biodiversitas. Berkolaborasi dengan jaringan konservasi ASEAN, program ini mengajak kaum muda melakukan aksi pemulihan ekosistem di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Selain aksi konservasi, peserta juga diterjunkan untuk mengajar ke sekolah-sekolah, memastikan pesan pelestarian alam tersampaikan ke generasi yang lebih muda.
Mitra & Dukungan: GYBN SEA (ASEAN Youth Conservation Action Fund), ASEAN Center for Biodiversity, TNGGP.
Dampak & Jangkauan:
Aksi Konservasi: Penanaman pohon di zona hutan & live-in di Sarongge.
Edukasi Sekolah: Mengajar lebih dari 400 siswa di Jakarta, Depok, Cianjur, dan Bandung.
Rabu Bersama TGGI (RBT)
TGGI memperkuat perspektif gender dalam aksi iklim melalui kemitraan global G2C2. Program ini secara khusus memberdayakan remaja perempuan di 5 kota besar Indonesia untuk menjadi pemimpin aksi iklim. Meskipun menghadapi tantangan eksternal (terminasi dini akibat situasi politik donor), TGGI berhasil meletakkan dasar kapasitas yang kuat bagi ratusan perempuan muda untuk memimpin advokasi iklim di daerahnya.
Mitra & Dukungan: Humanis, Ecoxyztem, US Government (Gender & Women Issues).
Dampak & Jangkauan:
Cakupan Wilayah: Jabodetabek, Medan, Pontianak, Makassar, Mataram.
Penerima Manfaat: Melatih 200 remaja perempuan & memfasilitasi 5 peneliti muda perempuan.
G2C2: Global Girls Creating Change (2024)
Mengubah perilaku tidak bisa dilakukan dalam semalam. TGGI berkolaborasi dengan Campaign.com meluncurkan tantangan “7 Days Zero Plastic” untuk menumbuhkan habit baru gaya hidup minim plastik sekali pakai. Menggunakan pendekatan gamifikasi sosial, kaum muda ditantang untuk berkomitmen selama tujuh hari penuh, menjadikan aksi pengurangan plastik sebagai sebuah gaya hidup yang menyenangkan dan terukur.
Mitra & Dukungan: Campaign.com, Yayasan Dunia Lebih Baik.
Dampak & Jangkauan:
Perubahan Perilaku: Diikuti oleh lebih dari 500 kaum muda yang berkomitmen mengurangi plastik.
Amplifikasi: IG Live penunjang menjangkau 150 peserta aktif saat tantangan berlangsung.
Youth Movement in WASH WRM (2024)
Mengangkat isu yang sering luput dari perhatian, TGGI berkolaborasi untuk mengarusutamakan isu air minum dan sanitasi aman (WASH) di kalangan kaum muda. Peserta diajak belajar langsung ke infrastruktur pengelolaan air (PDAM & IPAL), membuka mata mereka tentang kompleksitas penyediaan air bersih. Pengetahuan ini kemudian diubah menjadi konten kampanye kreatif untuk meningkatkan kesadaran publik.
Mitra & Dukungan: USAID IUWASH Tangguh, Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie.
Dampak & Jangkauan:
Partisipasi: Memfasilitasi 20+ kaum muda belajar langsung di lapangan (PDAM Tirta Kahuripan & IPAL Cibinong).
Kampanye Digital: Menjangkau lebih dari 10.000 akun di media sosial.
Konsultasi KATA: Region Kalimantan (2024)
TGGI memfasilitasi forum aspirasi bagi kaum muda di region Kalimantan, daerah yang krusial bagi paru-paru dunia sekaligus rentan eksploitasi. Kegiatan ini mempertemukan berbagai elemen pemuda (adat, aktivis kota, mahasiswa) untuk memetakan masalah lingkungan spesifik di wilayah mereka dan merumuskan solusi lokal yang relevan.
Mitra & Dukungan: Konsorsium KATA (RMI, HuMa, EH), Mitra Lokal (PLHL, EcoBhineka, BPAN, dll).
Dampak & Jangkauan:
Lokasi: Tanjung Selor (Kalimantan Utara) dan Hybrid (Pontianak, Kayong Utara, Kalteng, Kaltim, Kalsel).
Output: Konsolidasi suara dan rencana aksi kaum muda se-Kalimantan.
YECAP Youth Policy Roundtable (Desember 2025)
Menempatkan kaum muda di meja perundingan kebijakan, TGGI menyelenggarakan diskusi tingkat tinggi (Roundtable) untuk merespons target iklim nasional (Second NDC & FOLU Net Sink 2030). Kegiatan ini memastikan bahwa suara kaum muda, termasuk kelompok rentan dan adat, terintegrasi dalam dokumen kebijakan negara, bukan hanya sebagai objek tetapi subjek pembangunan.
Mitra & Dukungan: UNDP Indonesia, YECAP.
Dampak & Jangkauan:
Partisipasi: Hampir 200 peserta (Luring & Daring) dari 20 Provinsi.
Output Strategis: Menghasilkan dokumen Youth Joint Statement untuk tata kelola iklim yang inklusif.
Heal Our Bumi (2025)
Menyasar industri kecantikan yang masif, TGGI bermitra dengan Paragon (HOB Agency) untuk mengkampanyekan Responsible Beauty. Program ini mengajak konsumen muda untuk tidak hanya peduli pada perawatan kulit, tetapi juga pada jejak lingkungan dari kemasan produk yang mereka gunakan. Aksi penukaran sampah kemasan menjadi pintu masuk bagi edukasi gaya hidup berkelanjutan yang lebih luas.
Mitra & Dukungan: HOB Agency (Paragon Corp).
Dampak & Jangkauan:
Partisipasi: Melibatkan 200+ kaum muda dalam aksi penukaran empties (kemasan bekas).
Awareness: Kampanye edukasi masif tentang limbah kosmetik di media sosial.
TGGI Berkelana (2025)
TGGI Berkelana adalah antitesis dari aktivisme yang kaku. Program inisiasi baru ini mengajak kaum muda mengeksplorasi alam dan kota dengan pendekatan mindfulness. Peserta diajak “pulih” bersama alam—menikmati taman kota, menyusuri sungai, dan merenung—sembari melakukan aksi nyata. Ini adalah pendekatan kesehatan mental dan lingkungan yang terintegrasi.
Lokasi: Jakarta, Depok, Jogja, Bandung.
Dampak & Jangkauan:
Frekuensi: Terlaksana dalam 11 sesi perjalanan.
Partisipasi: Menjangkau lebih dari 1.000 kaum muda yang berpartisipasi mengeksplorasi kotanya.