
Kaum Muda Tanah Air Indonesia (KATA Indonesia)
Menata Masa Depan Tanah Air Menuju Indonesia 2045
Apa jadinya Indonesia pada tahun 2045—seratus tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan? Siapa yang akan mengelola hutan, laut, pertanian, dan sumber-sumber agraria kita? Bagaimana kota-kota dibangun, kampung-kampung dirawat, dan ekosistem pesisir dijaga? Dan yang terpenting: siapa generasi yang akan menjadi penentu arah masa depan tersebut?
Generasi muda Indonesia hari ini—yang berusia belasan hingga dua puluhan tahun—akan menjadi para pengambil keputusan pada 2045. Mereka akan menjadi petani yang mengelola pangan secara berkelanjutan, nelayan yang menjaga kesehatan laut, pemimpin kota yang mendorong energi bersih, teknokrat yang membangun transportasi ramah lingkungan, serta pegiat komunitas yang memastikan solidaritas sosial tetap tumbuh.
Namun pertanyaan kritis muncul:
Apakah pembangunan hari ini sungguh mencerminkan impian dan kebutuhan generasi muda yang akan memimpin Indonesia 2045?
Kaum Muda dan Masa Depan Tanah Air
Sejak awal sejarah Indonesia, kaum muda telah menjadi motor perubahan. Momentum lahirnya Sumpah Pemuda menegaskan peran mereka dalam menyatukan bangsa melampaui suku, agama, dan geografi.
Kini, pemuda menghadapi babak baru: krisis iklim, hilangnya ruang hidup, melemahnya modal sosial, ketidakadilan agraria, dan ketimpangan tata kelola sumber daya alam. Di tengah tantangan itu, berbagai gerakan muda lahir dari kegelisahan, komitmen, dan inovasi sosial–lingkungan di seluruh Indonesia—dari perkotaan hingga pedesaan, dari kampus hingga komunitas adat.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009, pemuda adalah warga berusia 16–30 tahun. BPS mencatat bahwa pada tahun 2020 terdapat 64,50 juta pemuda atau 23,86% penduduk Indonesia—lebih banyak dari total populasi Australia atau Nigeria. Dari jumlah tersebut, 57,83% tinggal di perkotaan, sementara 42,17% berada di perdesaan.
Angka ini mencerminkan satu hal:
kaum muda adalah konstituen strategis dalam menentukan arah Tanah Air.
Mereka adaptif, orientasi solusinya kuat, dan kepeduliannya terhadap keberlanjutan semakin tinggi. Mereka adalah generasi yang akan merasakan langsung dampak tata kelola lingkungan hari ini.
Ironisnya, mereka sering dianggap belum cukup berpengalaman sehingga jarang dikonsultasikan dalam perumusan kebijakan. Padahal, tidak ada pihak yang lebih memahami kebutuhan masa depan selain generasi yang akan menjalaninya.




Tentang KATA Indonesia
Kaum Muda Tanah Air Indonesia (KATA Indonesia) adalah ruang konsolidasi bagi kaum muda perkotaan–perdesaan, adat–non-adat, dari beragam profesi dan minat, untuk bermusyawarah dan merumuskan visi bersama mengenai masa depan Tanah Air Indonesia menjelang 2045.
KATA Indonesia lahir pada tahun 2021 ketika 19 organisasi kepemudaan dan komunitas berkumpul untuk merespons berbagai tantangan sosial, politik, lingkungan, dan agraria. Bersama, mereka membangun ruang belajar, dialog, dan kolaborasi untuk memperkuat gerakan muda lintas sektor.
Tiga Tujuan Utama KATA Indonesia
Mengonsolidasikan gerakan kaum muda
Memperkuat aspirasi, partisipasi, dan peran pemuda dalam isu sosial, politik, lingkungan, serta agraria agar lebih terorganisir dan berdampak.Membangun ruang yang aman dan setara
Menghadirkan ruang perjumpaan urban–rural, adat–non-adat untuk berbagi pengalaman, bertukar ilmu, dan membangun solidaritas.Menyediakan platform rujukan
Mengumpulkan dan mendistribusikan pengetahuan, inisiatif, dan aksi kaum muda sebagai referensi bagi masyarakat sipil, pembuat kebijakan, dan publik.
